Rabu, 13 September 2017

Seiza

Ceritakan kepada kami Apa itu Bushido Senpai? 

Suasana dojo seketika hening. Ditatapnya satu persatu wajah polos para kohai. Wajah-wajah itu baru saja bersimbah keringat seusai latihan yang keras.
Meski letih, senpai itu menangkap gurat semangat di mata mereka. Rasanya sudah lama sekali tak ada yang menanyakan tentang Bushido. Ia sendiri tak tahu harus memulai dari mana? Panjang sekali jika harus diceritakan. Tapi bukankah menyembunyikan Bushido dari mereka sama halnya mencabut ruh dalam karate itu sendiri? pikirnya.


Duduk Seiza KarateWaktu terus berlalu. Dengan penuh keyakinan, senpai itu lantas memberikan aba-aba Seiza, sikap duduk dalam karate.

"Aku akan bercerita jika kalian bisa bertahan dalam tiga menit. Sementara aku bercerita, kalian harus bertahan sampai cerita selesai," ucap senpai itu.

Para kohai saling berpandangan. Beberapa diantaranya ada yang merasa menyesal karena harus duduk Seiza dalam waktu yang lama. Tapi aba-aba sudah diucapkan.

"Jika kalian mendengar cerita Bushido dari senpai kalian, disaat itu pula kalian memiliki tanggung jawab untuk menjalaninya," lanjut senpai itu sambil mencontohkan Seiza yang benar. Ia pun lantas berdiri, berjalan mengitari satu-persatu para Kohai sembari memperhatikan seiza mereka.

Satu menit berlalu. Beberapa di antara mereka sudah tampak gelisah. Senpai itu lantas menempelkan telapak tangannya ke telapak kaki para Kohai yang gelisah. Terasa mulai dingin.

"Bertahanlah dan jangan menyerah meski kalian merasa seperti sudah tidak memiliki kaki lagi," perintah senpai itu.

"Osu..!" seringai para Kohai sembari melawan rasa nyeri dan sakit yang mulai menjalar di kaki mereka.

Menit demi menit berlalu. Rasa sakit semakin tergambar di wajah para Kohai. Ketika ada beberapa yang ingin berusaha meluruskan kaki mereka, senpai itu berteriak lantang.

"Tahan sekuat tenaga, aku baru saja ingin bercerita."

Sambil menahan rasa sakit, mereka mencoba berkonsentrasi untuk mendengarkan cerita dari senpai mereka. Sesekali mereka mencondongkan badan ke kanan dan kiri agar tetap bisa bertahan.

"Suatu saat senpai akan menceritakan yang lebih dahsyat tentang Bushido. Tapi senpai tidak ingin kalian mendengarnya hanya sebagai cerita. Justru Senpai ingin kalian menjalaninya tahap demi tahap sebagai seorang karateka. Seperti halnya para samurai yang hidup di jalan pedang."

Senpai itu kemudian terus berbicara dan bercerita. Tak terasa menit demi menit terus berlalu. Rasa sakit yang menjalar di kaki semakin hebat. Astaga, hampir 15 menit berlalu. Senpai itu kemudian meminta mereka untuk berhenti dari Seiza dan meluruskan kaki ke depan.

"Apa yang kalian lakukan baru saja adalah Bushido. Kalian sedang bertempur dengan diri kalian sendiri. Melawan rasa malas berlatih adalah Bushido. Melawan rasa sakit saat berlatih adalah Bushido. Kalian tidak akan pernah bisa mencapai tahapan Bushido yang lebih tinggi jika tidak berlatih dari hal-hal yang sederhana seperti ini," terang senpai itu menjelaskan.

Para Kohai terdiam. Ada semangat berapi-api yang memancar di mata mereka. Rasanya mereka tidak ingin latihan segera selesai. Mereka ingin kembali ke tanah lapang dan memulai dari awal. Mereka merasa selama ini telah menyia-nyiakan banyak waktu selama berlatih.

Tapi jam sudah menunjukkan waktu latihan harus selesai. Semangat yang membara untuk kembali berlatih akhirnya menjelma kerinduan untuk menunggu jadwal latihan berikutnya.

Sebelum pulang, Senpai itu kemudian memberi mereka satu hadiah penting yang membuat mereka merasa tidak sia-sia berlatih karate, bahwa karate ternyata bukan hanya soal latihan beladiri.

"Sebenarnya Seiza itu bisa membakar asam urat, kolesterol, gula darah, lemak, virus,  bakteri dan racun di dalam tubuh. Lihat saja warna telapak kaki kalian saat Seiza. Gejalanya bisa terlihat dari situ. Jika berwarna pucat dan dingin berarti sedang flu, jika berwarna ungu dan cendrung kehitam-hitaman itu racun dari makanan atau obat kimia yang harus dikeluarkan. Pertahankan Seiza sampai telapak kaki berwarna merah delima dan terasa hangat. Saat itu sebenarnya sedang terjadi proses pembakaran racun, virus dan bakteri. Jika kaki mulai mati rasa dan kesemutan dan badan berkeringat, lanjutkan saja dengan sikap Seiza yang sempurna agar membuang sampah dan racun di dalam tubuh benar-benar terbakar."


*Ditulis dan Hak Cipta oleh: Harie Insani Putra
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

Breaking News
Loading...
Quick Message
Copyright © 2013 BKC Kalimantan Selatan All Right Reserved